wajahmu masih tertutup awan
mengais harapan di sisa mentari
kian berjalan,,
menapaki jejak kaki langit
dirimu yang tak pernah letih
hidup bersama semerbak kemunafikan dunia
hingga batas waktu kau temui
berjalan
beriring embun pergi
mengusir keluh hingga senja
tentang esok
melewati jalan yang sama
rumpun yang sama
meski tanpa rindang bambu harapan
tatap bening dalam pejaman,,,!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar