Rabu, 11 Mei 2011

KUSAMPAIKAN CINTA LEWAT KUMANDANG AZAN DI LIANG LAHATMU ( KISAH NYATA SEORANG SAHABATKU )

awalnya gemuruh hatiku mendengar cerita yang sangat terharu, hingga tetes bening mengalir dipipiku, ku dekap dia dalam sesegukan, kudekap dirinya, ku bisikkan bahwa ini semua telah ditetapkan.
kutahu sahabatku pernah jatuh cinta pada seorang wanita yang sangat jelita, anak seorang kyai dikampungnya, namun tiada yang mengetahui mereka saling memendam rasa, seperti biasa, kudengar suara sahabatku menggema di meunasah, mengalun merdu terhempas ke udara, hari itu gerimis turun mmbasahi bumi, aku bergegas menuju alunan itu berkumandang, saat berwudhu, kulihat bidadari sahabatku itu mengunakan mukena putih dengan sajadah merah jambu di pundaknya, tangannya menggenggam payung biru, SUBHANALLAH, tiada yg terindah yang kulihat saat itu, senyum ramahnya merona.
''' zilfila,,,,,,,,, alunan ini lebih merdu dari gerimis-gerimis yang jatuh berhimpun 'kataku"
dia tersenyum ramah, '" iya,bukankah ini alunan jiwa cinta sejati, dan di kumandang oleh pemilik cinta sejati 'jawabnya".
"heheheee, moga keindahan seperti ini selalu untukmu, jawabku, "amiiiiiiin, jawabnya sambil melangkah ke dalam mushalla.
esok hari, ku ceritakan kata-kata zilfila ke sahabatku zahid, bola matanya memerah, pipinya basah dan mukanya menunduk.
''zahid bukankah cinta tlah memenuhi rongga dadamu, kataku.
" afid, kutakut cinta ini mengantar derita padaku, jawabnya.
" zahid, biarkanlah cinta ini bertahta dihatimu hingga saat itu akan kau raih, kataku.
"aku, mungkinkah, aku memilki zilfila, katanya lirih.
" kudekap dia, zahid ini anugerah untukmu maka gapailah dengan iradah dariNYA, kuusap airmatanya, bersabarlah szahid, kataku sambil rebahan disinya, hingga mimpi membuaiku hingga subuh.

Ternyata tanpa sepengetahuanku, zahid pernah bilang ke zilfila bahwa ia mencintanya, zilfila pun juga mengangguk pelan yg bahwa ia juga mencintai zahid, cerita salah seorang keluarga zahid padaku.
ALHAMDULILLAH, ini sangat mudah untuk mereka berdua bersatu dalam ikatan yang sah.
Sejak saat itu, aku selalu mengingati zahid untuk melamar zilfila, tapi ia hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan.
Hingga suatu hari ia menjawab " afid, seandainya aku punya sedikit harta, aku pasti mempersuntingnya, bukannkah engkau tahu kehidupanku yang serba kekurangan, afid, aku takut berandai-andai dengan impian yang tawar, aku takut putus asa menjemputku di kegelisahan, jika memang cinta ini untukku, moga saja ALLAH memberi jalan yg terbaik untukku'', mendengar apa yang dikatakan zahid, aku berpaling, mengusap air mataku, aku bisa merasakan irisan kata-katanya dengan hatiku, aku pun pamit pulang.
Hingga suatu kejadian menggoyah batinku. Malam itu rumah zilfila kedatangan tamu istimewa, calon suami yang dipilihkan ayah zilfila untuk dirinya, sebagai seorang anak yang patuh dia menerima nya, dan ikhlas.
Esok harinya, gemparlah desaku disana sini membicarakan calon suami zilfila yang alumni disamalanga itu.

Batinku sesak, ingat nasib zahid, ketika ku ceritakan padanya.
"zahid, zilfila sudah bertunangan, "kulihat zahid tidak bergeming hanya mengusap dada.
"ALHAMDULILLAH, inilah yang terbaik untukku, inilah jalan yang ditunjukkan ALLAH, untuk insan lemah sepertiku, kata zahid.
SUBHANALLAH, aku terharu, menangis di pundaknya, zahid hati apakah yg kau miliki hingga setegar ini kataku, zahid ALLAH telah mmberimu hati yang kuat zahid, sambil aku terisak-isak di pundaknya.
"afid, ketentuan ALLAH telah ditetapkan, aku ridha dengan keputusan ALLAH untukku, mungkin saja aku bukan lah yg terbaek untuknya.
Afid yakinlah, jika engkau ikhlas mencintai maka tidak akan ada hatimu yg meratap karena cinta, katanya dengan suara serak.
aku tidak bisa menjawab apa-apa lagi selain ku dekap zahid erat, sampai aku tertidur di kamarnya, waktu bangun, kulihat zahid baru selesai shalat tahajjud, seperti biasa ia bertadarus hingga 1/3 malam.
Esok harinya waktu pulang kerumah, aku bertemu adiknya zilfila, ia menitip undangan untuk zahid dan untukku, bergegas aku kerumah zahid.
zahid, ni ada undangan dari zilfila, amanahnya kamu harus datang kataku, seperti amanah adik zilfila tadi.
'" Insya ALLAH, aku pasti datang  afid, jawabnya.
'" yadah aku pulang dulu yea, ASSALAMUALAIKUM pamitku.
'" ya fid, WA'ALAIKUMUSALAM.

Ya hari itu tepatnya, hari senin, acara pernikahan zilfila sekaligus walimah dan syukuran,saya dan zahid, jadi super sibuk, pak lurah memberi tugas kepada kami sebagai koordinator, otomatis kami keluar masuk rumah, mengontrol semua tempat.
Saat berpas-pasan dengan zahid, kulihat matanya tak pernah menatap pelaminan, aku kasihan dan hatiku teriris melihat zahid, tapi zahid, nampak santai walau sedikit menyembunyikan kesedihan nya.
ALHAMDULILLAH, katanya, ketegaran hati telah dikurniai ALLAH untukku, ia tepuk bahuku, hingga beban di kepalaku runtuh semuanya.

Beberapa bulan kemudian, kegemparan kembali mendera kampungku, isu demi isu, zilfila kecelekaan dibirueun, waktu pulang ke rumah mertuanya, saat itu suaminya lagi keluar negeri, menemani abon ke malaysia, zilfila di tabrak mobil dump truck hercules, dan meninggal di tempat.
iring-iringan ambulance menggema di kampungku, kulihat sahabatku wajah zahid memerah, menyeka air mata, belum pernah kulihat zahid sesedih hari itu.
Beberapa pemuda sedang menggali kubur, kulihat ada zahid dari salah seorang mereka dan ketika shalat pun kulihat zahid  berdiri disampingku.
Hingga kami tiba ke tempat pemakaman, mayat zilfila pun mulai diturunkan ke liang lahat,
ku dengar alunan azan yg sangat indah dan sangat sedih dikumandang zahid, bulu romaku berdiri, semua orang menangis larut dalam kesedihan, tiada kesedihanku yang sanggup kuceritakan saat itu.
pemakaman pun selesai, aku dan zahid kembali ke rumah, dalam perjalanan pulang, zahid berkata "afid, telah kuantarkan bidadariku hingga di pusaranya, semoga ALLAH  menitip doa dariku untuknya, kata zahid'
amiiiin, zahid moga ALLAH menghiasi hatimu dengan kesabaran kataku, sambil menyeka air mata ".
Insya ALLAH,,afid "
Inilah kisah yang pernah ku dengar dari sahabatku, saya tulis dengan sedikit gubahan, dan nama-nama tokoh yang berbeda, kisah yang sangat ingin kutulis sejak 2005 silam.

" kata2 dan tulisan zahid, terakhir kubaca yg selalu terngiang di ingatanku,,,,

Hari ini,,,,,,tiada kesedihan yang menyelimutiku,,,,,,
tiada air mata yang kering dipipiku,,,,
hati teriris,,,,,aku tidak mau meratap
tapi kesedihan telah menguasaiku,,,
hari ini,,kuantar bidadariku,,ke pusara abadi,,,,
di pusara yang pernah terjamah,,,,alunan cintaku padanya,,,
kesedihanku,,,tidak sama dengan kesedihan di hari pernikahanmu,,,
kesedihanku,,,hari ini,,,,lebih dalam,,,,
walau dulu aku tidak memilikimu,,,tapi aku bisa melihatmu bahagia dan tersenyum,,,,
tapi hari ini,,,,,aku benar-benar kehilanganmu  bidadariku,,,,,,,
" kata2 yang selalu terngiang,,,di hatiku."

ketika semua tiba,,,,,
di akhir kata yang pasti,,,
diam,,,dan terus diam,,,,,
saat semua berubah,
mungkin saja pergi,
di laluan hari yang teduh,,
tika waktu terjamah takdir
bukan keinginan,,,,
tapi masa telah di jemput janji
pagi - pagi indah
degupan rindu......
terhempas ,,,di hari-hari,,
tinta kenangan mulai lagi tergores
tulis  kata resah,,
didinding hati yang redup,,,
hinggap di jiwa,,,,,
hingga pudar,kibasan masa lalu,,,,
akhir dari kata,,,,dari jiwa ,dari hati,,,
inilah,,,, coretan-coretan hati,,,,,
lalu,,,,,,,
disudut ini,.........belum,,,,,
di peraduan yang beranjak,,,,,,,
saat senja ,,,,,,,menyepi,,
laluan,,,,,
kaca-kaca hati yang pecah........
lepaas,,,di sisiran yang redup
lembab,,di daun hati
diaam,,,,,,diaam,,,,,,
merekah,,,,,di akhirnya
bilaa,,,,,mampu,,,,,,
jika,,,hanyaa pun,,,,
hinggaaa,,,,,,,masa lelah,,,,,,
keindahan yang semu,,,,,
rajutan hati yang patah,,,,
indah,,,,,,,,indah,,,,,,
masa yang terulang,,,,,
waktu yang tiba,,,,
tentang semuaa,,,,,
dan pergii,,,,,,,,,
"makna itu,,,tiaadaaaaa      percayalah tiaada,,,,,,"
pecahkan,,,,,duka kuncu-kuncup  hati,,,,
untukmu,,yang terindah,.,,,,,,,,,

GEHEIM

seandai temaram jiwa gelisah
hapuskan dalam waktu yang terurai
menetes sebait kerinduan dalam impian yang tawar
tengadah malam ini
bermunajat dalam lapik sajadah
cintaku untukmu
kurangkai kata
karena kau yang terindah
untukmu
dalam tasbih pagiku
mungkin hati ini diam
mencintaimu dalam gelisah yang pergi
takut akan waktu menjemput mu untuk selamanya

Selasa, 10 Mei 2011

untukmu

diterpaan angin,,dirindang daun nan teduh,
mungkin hari telah pergi,,,,entah sampai waktu berakhir,,
entah esok,
buaian malam bertabur mimpi
terpejam dalam tatap langit,
diam,,disudut awan redup,,,
menghitung warna jingga langit,,,
terbujur kaku,
tengadah di dekap malam,
untuk mu yang akan beranjak ke lena,
moga dihiasi mimpi lelap,,,,
pulas dengan senyum mentari,,
hingga esok,
waktu menyambut mu dengan senyuman,

untuk


ketika harimu hampir pergi,,,
hadir embun di subuh pagi nan sejuk
membawa setitis kedamaian
membawa sebuah kesabaran
ketika menatap,,,lukis kata
terkadang berpaling daun yang lembab
entah semua tak peduli,,
atau cuma sandiwara
bukan harap,,,untuk yang berharga
karena itu tidak bernilai
tak jua menjaga dengan ikhlas
jika waktu menjawab
bersabar lah,,,,,,,
bukan sajak untuk belahan jiwa
tapi untuk hati yang tak peduli
untuk jiwa yang hampir pergi
untuk masa yang kan memudar
embun itu akan sirna,,dan kering daun hati
bila janji hilang ,,jgn salahkan waktu,,,
hanya takdir yang memutuskan
kembali ke jalan yang tak pernah diketahui
untuk,,,,, dan untuk,,,,,,,,,,,
jika itu,,,,,,bersabarlah,,,,!!!!!!!
kadang kala kita berharap,,dalam rapuh nya rembulan,,,,,,,
mengiba pada seduh awan duniawi,,,,,,
direbahan deretan-deretan mentari
mengusung jiwa di bilahan hari-hari yang tak pasti
kadang kala ia hadir,,,,namun pergi dengan satu haraapan
tak pernah kita tahu makna dibalik diamnya
namun yakinlah,,,
mungkin saja,,cinta ini,,bkn untuk dilabuhkan
pada dermaga kebohongan,,,,
namun,,,,yakinlah,,,,
tulusnya dermaga sedang menanti cintamu,,,,,
kesetiaan yang meliputi limpahan subuh
disajadah berlapik kasih sayang,,
menuntun mu,,,melewati hari-hari yang peka
yakin,,lah,,,,,,bidadari itu belum hadir dalam hari-harimu
masih bayangan yang tak pernah pudar
yang semakin dekat dengan cintamu
kadang kala cinta itu begitu indah,,,,namun kadang kala terpenjara dalam derita yang amat dalam,,,,,,kadang kala cinta itu airmata,,kadang kala cinta itu resah dan pengorbanan,,kadang kala cinta itu sebuah hati yang telah tersakiti,,tanpa sadar,,namun mungkinkah,,,,embun telah pergi,,tapi biarlah,,,,lembut dihati tetap sebagai seorang yg sabar,
seandainya ,,terjadi dalam masa yang tak memihak
berlebur dengan waktu yang pergi
andai itu telah tiba,,,
harapku,,,,,di titisan hujan
bukan dengan embun yang kan pergi,
.bertitah dalam hampa yangg kan terasa,,
bersabar dengan hari,,
untuk senja yang kan beranjak,,
mentari yang kan menjemputmu,,,
di ujung hari,
pelangi kan pudar,
diukiran langit jingga
saat awan meredup dengan titisan hujan
kebahagiaan itu.,,,,
milikmu yang terindah

" untukmu yang terindah "

wahai,,malam,,,
tika engkau hadir dengan seribu bintang
masihkah engkau selembut sutera awan rindu
bukan harap embun pagi
digugusan bintang
.hilang dalam dentuman angin selia
berpijar di terik mentari
saat fajar pergi untuk kicau kenari
wahai,,jiwa,,,,,
rendahkan kesabaran dengan segenap rindu
biarkan lelap menjemput hati yang teduh
wahai cinta.....tersenyumlah,.,....
" untukmu yang terindah "
bila cinta telah membuat mu rapuh
terduduk lesu dipenantian
bersandar didinding harapan
kadang kala jiwa membuat mu bosan
jenuh dengan keadaan yang sepi
haruskah dirimu terpenjara duka
berkabung angan yg tak pasti
dilentera yg kian redup
ku ukir di senja jingga
rindu yg dititipkan bilahan embun
andai tiba,diakhir waktu yang kan menjelma
tersenyumlah dengan masa
bila memang ini titipan,ia tak kan hilang
bersabar lah hingga akhir senja
aku disini,,,,,menanti dirimu,,,,,
walau aku hampir rapuh,,namun hatiku tak kan pudar
cinta ini masih menggema,,,
namun ku tahu,,
aku tidak selamanya bisa bgini
hancur dalam angan yg tak jelas,,,,,
haruskah ku terbelanggu harap yg tak pasti
hatiku lemah,,,namun ku kan berusaha bangkit
demi masa depanku,,,,
demi cinta orang tuaku
yang senantiasa tulus,,,
selama ini aku terlalu terpuruk karena mu
ku tau,,,tiada lagi harapan padamu
ku tau cintamu memang tiada lagi untuk kusakarang ku sadar,,ternyata
diriku hanya sebatas debu bagimu,,,,
tiada harga,,,tiada rasa
aku memang bodoh dan lemah
terima kaseh karena kau tlah hadir dalaam hidupku,,,,
berbahgiaalah,,,,,,
doa ku untukmu,,,,ku kan bersabar
moga engkau bahagiaa
cinta ini kan ku tanam,,....
dalaam jiwa yg lerai,,,,,maaaff
ku terlau mencintaimu
namun sekarang ku kan fana kan cinta ini
dirimu hanya milik mimpi,,,,
selamat tinggal masa laluku,,,,
ku kan tersenyum,,,,,

" Doa Dari seorang insan untukmu sahabatku"
jangan bersedih,.,.,.,......:-)

wahai cinta

di terpaan subuh
bertasbih dengan hari dan cinta
berharap hari-hari
meniti bahagia di ranum wajahmu
di rindu dan kasih sayang
.berlabuh di kesabaran nan jauh hari
wahai pemilik hati
ku masih menuntun janji
untukmu,,,,dalam jiwa dan hatiku
wahai yang terindah
ku masih menyimpan rindu
di sing-sing  mentari yang redup
wahai cinta ,,, bersabarlah