awalnya gemuruh hatiku mendengar cerita yang sangat terharu, hingga tetes bening mengalir dipipiku, ku dekap dia dalam sesegukan, kudekap dirinya, ku bisikkan bahwa ini semua telah ditetapkan.
kutahu sahabatku pernah jatuh cinta pada seorang wanita yang sangat jelita, anak seorang kyai dikampungnya, namun tiada yang mengetahui mereka saling memendam rasa, seperti biasa, kudengar suara sahabatku menggema di meunasah, mengalun merdu terhempas ke udara, hari itu gerimis turun mmbasahi bumi, aku bergegas menuju alunan itu berkumandang, saat berwudhu, kulihat bidadari sahabatku itu mengunakan mukena putih dengan sajadah merah jambu di pundaknya, tangannya menggenggam payung biru, SUBHANALLAH, tiada yg terindah yang kulihat saat itu, senyum ramahnya merona.
''' zilfila,,,,,,,,, alunan ini lebih merdu dari gerimis-gerimis yang jatuh berhimpun 'kataku"
dia tersenyum ramah, '" iya,bukankah ini alunan jiwa cinta sejati, dan di kumandang oleh pemilik cinta sejati 'jawabnya".
"heheheee, moga keindahan seperti ini selalu untukmu, jawabku, "amiiiiiiin, jawabnya sambil melangkah ke dalam mushalla.
esok hari, ku ceritakan kata-kata zilfila ke sahabatku zahid, bola matanya memerah, pipinya basah dan mukanya menunduk.
''zahid bukankah cinta tlah memenuhi rongga dadamu, kataku.
" afid, kutakut cinta ini mengantar derita padaku, jawabnya.
" zahid, biarkanlah cinta ini bertahta dihatimu hingga saat itu akan kau raih, kataku.
"aku, mungkinkah, aku memilki zilfila, katanya lirih.
" kudekap dia, zahid ini anugerah untukmu maka gapailah dengan iradah dariNYA, kuusap airmatanya, bersabarlah szahid, kataku sambil rebahan disinya, hingga mimpi membuaiku hingga subuh.
Ternyata tanpa sepengetahuanku, zahid pernah bilang ke zilfila bahwa ia mencintanya, zilfila pun juga mengangguk pelan yg bahwa ia juga mencintai zahid, cerita salah seorang keluarga zahid padaku.
ALHAMDULILLAH, ini sangat mudah untuk mereka berdua bersatu dalam ikatan yang sah.
Sejak saat itu, aku selalu mengingati zahid untuk melamar zilfila, tapi ia hanya tersenyum dan mengalihkan pembicaraan.
Hingga suatu hari ia menjawab " afid, seandainya aku punya sedikit harta, aku pasti mempersuntingnya, bukannkah engkau tahu kehidupanku yang serba kekurangan, afid, aku takut berandai-andai dengan impian yang tawar, aku takut putus asa menjemputku di kegelisahan, jika memang cinta ini untukku, moga saja ALLAH memberi jalan yg terbaik untukku'', mendengar apa yang dikatakan zahid, aku berpaling, mengusap air mataku, aku bisa merasakan irisan kata-katanya dengan hatiku, aku pun pamit pulang.
Hingga suatu kejadian menggoyah batinku. Malam itu rumah zilfila kedatangan tamu istimewa, calon suami yang dipilihkan ayah zilfila untuk dirinya, sebagai seorang anak yang patuh dia menerima nya, dan ikhlas.
Esok harinya, gemparlah desaku disana sini membicarakan calon suami zilfila yang alumni disamalanga itu.
Batinku sesak, ingat nasib zahid, ketika ku ceritakan padanya.
"zahid, zilfila sudah bertunangan, "kulihat zahid tidak bergeming hanya mengusap dada.
"ALHAMDULILLAH, inilah yang terbaik untukku, inilah jalan yang ditunjukkan ALLAH, untuk insan lemah sepertiku, kata zahid.
SUBHANALLAH, aku terharu, menangis di pundaknya, zahid hati apakah yg kau miliki hingga setegar ini kataku, zahid ALLAH telah mmberimu hati yang kuat zahid, sambil aku terisak-isak di pundaknya.
"afid, ketentuan ALLAH telah ditetapkan, aku ridha dengan keputusan ALLAH untukku, mungkin saja aku bukan lah yg terbaek untuknya.
Afid yakinlah, jika engkau ikhlas mencintai maka tidak akan ada hatimu yg meratap karena cinta, katanya dengan suara serak.
aku tidak bisa menjawab apa-apa lagi selain ku dekap zahid erat, sampai aku tertidur di kamarnya, waktu bangun, kulihat zahid baru selesai shalat tahajjud, seperti biasa ia bertadarus hingga 1/3 malam.
Esok harinya waktu pulang kerumah, aku bertemu adiknya zilfila, ia menitip undangan untuk zahid dan untukku, bergegas aku kerumah zahid.
zahid, ni ada undangan dari zilfila, amanahnya kamu harus datang kataku, seperti amanah adik zilfila tadi.
'" Insya ALLAH, aku pasti datang afid, jawabnya.
'" yadah aku pulang dulu yea, ASSALAMUALAIKUM pamitku.
'" ya fid, WA'ALAIKUMUSALAM.
Ya hari itu tepatnya, hari senin, acara pernikahan zilfila sekaligus walimah dan syukuran,saya dan zahid, jadi super sibuk, pak lurah memberi tugas kepada kami sebagai koordinator, otomatis kami keluar masuk rumah, mengontrol semua tempat.
Saat berpas-pasan dengan zahid, kulihat matanya tak pernah menatap pelaminan, aku kasihan dan hatiku teriris melihat zahid, tapi zahid, nampak santai walau sedikit menyembunyikan kesedihan nya.
ALHAMDULILLAH, katanya, ketegaran hati telah dikurniai ALLAH untukku, ia tepuk bahuku, hingga beban di kepalaku runtuh semuanya.
Beberapa bulan kemudian, kegemparan kembali mendera kampungku, isu demi isu, zilfila kecelekaan dibirueun, waktu pulang ke rumah mertuanya, saat itu suaminya lagi keluar negeri, menemani abon ke malaysia, zilfila di tabrak mobil dump truck hercules, dan meninggal di tempat.
iring-iringan ambulance menggema di kampungku, kulihat sahabatku wajah zahid memerah, menyeka air mata, belum pernah kulihat zahid sesedih hari itu.
Beberapa pemuda sedang menggali kubur, kulihat ada zahid dari salah seorang mereka dan ketika shalat pun kulihat zahid berdiri disampingku.
Hingga kami tiba ke tempat pemakaman, mayat zilfila pun mulai diturunkan ke liang lahat,
ku dengar alunan azan yg sangat indah dan sangat sedih dikumandang zahid, bulu romaku berdiri, semua orang menangis larut dalam kesedihan, tiada kesedihanku yang sanggup kuceritakan saat itu.
pemakaman pun selesai, aku dan zahid kembali ke rumah, dalam perjalanan pulang, zahid berkata "afid, telah kuantarkan bidadariku hingga di pusaranya, semoga ALLAH menitip doa dariku untuknya, kata zahid'
amiiiin, zahid moga ALLAH menghiasi hatimu dengan kesabaran kataku, sambil menyeka air mata ".
Insya ALLAH,,afid "
Inilah kisah yang pernah ku dengar dari sahabatku, saya tulis dengan sedikit gubahan, dan nama-nama tokoh yang berbeda, kisah yang sangat ingin kutulis sejak 2005 silam.
" kata2 dan tulisan zahid, terakhir kubaca yg selalu terngiang di ingatanku,,,,
Hari ini,,,,,,tiada kesedihan yang menyelimutiku,,,,,,
tiada air mata yang kering dipipiku,,,,
hati teriris,,,,,aku tidak mau meratap
tapi kesedihan telah menguasaiku,,,
hari ini,,kuantar bidadariku,,ke pusara abadi,,,,
di pusara yang pernah terjamah,,,,alunan cintaku padanya,,,
kesedihanku,,,tidak sama dengan kesedihan di hari pernikahanmu,,,
kesedihanku,,,hari ini,,,,lebih dalam,,,,
walau dulu aku tidak memilikimu,,,tapi aku bisa melihatmu bahagia dan tersenyum,,,,
tapi hari ini,,,,,aku benar-benar kehilanganmu bidadariku,,,,,,,
" kata2 yang selalu terngiang,,,di hatiku."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar